Sabtu, 25 Oktober 2014

Listrik Dalam Tubuh



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
            Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Tetapi dalam tubuh manusia juga terdapat gelombang arus listrik yang disebut Biolistrik. Tegangan listrik pada tubuh kita berbeda dengan apa yang kita bayangkan. Seperti listrik dirumah tangga. Kelistrikan pada tubuh berkaitan dengan komposisi ion yang terdapat dalam tubuh. Komposisi ion ekstra sel berbeda dengan komposisi ion intra sel. Pada ekstra sel lebih banyak ion Na dan Cl2, sedangkan intra sel terdapat ion H dan anion protein. Tubuh kita boleh disebut sebagai sistem elektromagnetik. Sebab, kelistrikan sangat erat kaitannya dengan kemagnetan. Otak kita memiliki medan kemagnetan. Sebagaimana jantung ataupun bagian-bagian lain di tubuh kita.


1.2  Rumusan  Masalah

1.      Apa pengertian biolistrik ? 
2.      Apa saja macam-macam gelombang arus listrik ?
3. Bagaimana kelistrikan dalam sistem tubuh ?

1.3  Tujuan

Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang :
1.      Pengertian Biolistrik
2.      Macam-macam gelombang arus listrik
3.      Pengertian  listrik dalam tubuh


1.4  Manfaat

Diharapkan dari pembuatan makalah ini dapat dijadikan sebagai sumber bacaan dan literatur bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
















BAB II
PEMBAHASAN


      2.1 Pengertian Biolistrik

Biolistrik adalah energi yang dimiliki setiap manusia yang bersumber dari ATP (Adenosine Tri Posphate) dimana ATP ini di hasilkan oleh salah satu energi yang bernama mitchondria melalui proses respirasi sel. Biolistrik juga merupakan fenomena sel. Sel-sel mampu menghasilkan potensial listrik yang merupakan lapisan tipis muatan positif pada permukaan luar dan lapisan tipis muatan negatif pada permukaan dalam bidang batas/membran. Kemampuan sel syaraf (neurons) menghantarkan isyarat biolistrik sangat penting. Pada biolistrik ada dua aspek yang memegang peranan penting yaitu kelistrikan dan kemagnetan yang timbul dalam tubuh manusia serta penggunaan listrik dan magnet pada permukaan tubuh manusia.

     
      2.2 Listrik Dalam Tubuh

2.2.1 Sistem Syaraf dan Neuron

Sistem saraf dibagi dalam dua bagian yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf otonom :

a.       Sistem saraf pusat
Terdiri dari otak, medulla spinalis dan saraf perifer. Saraf perifer ini adalah serat-serat yang mengirim informasi sensoris ke otak atau ke medulla spinalis disebut saraf afferent sedangkan serat saraf yang menghantarkan informasi dari otak dan medulla spinalis ke otot serta kelenjar disebut serat efferen.
b.      Sistem saraf otonom
Serat saraf ini mengatur organ dalam tubuh. Misalnya jantung, usus dan kelenjar-kelenjar. Pengontrolan ini dilakukan secara tidak sadar. Otak berhubungan langsung dengan medulla spinalis; keduanya diliputi cairan serebro spinalis dan dilindungi tulang tengkorak serta tulang vertebralis (columna vertebralis). Berfat otak 1500 gram dan hanya 50 gram yang efektif.
Struktur dasar dari sistem saraf  di sebut neuron/sel saraf. Suatu sel saraf mempunyai fungsi menerima, interpretasi dan menghantarkan aliran listrik.

2.2.2 Kelistrikan Saraf

                  Serat saraf yang berdiameter besar mempunyai kemampuan menghantar impuls lebih cepat dari pada serat saraf yang berdiameter kecil. Dengan mempergunakan mikroskop elektron, serat saraf dibagi dalam dua tipe : serat saraf bermielin dan serat saraf tanpa mielin.
Serfat saraf bermielin : banyak terdapat pada manusia. Mielin merupakan suatu insulator ( isolasi) yang baik dan kemampuan mengalir listrik sangat rendah. Potensial aksi makin menurun apabila melewati serat saraf yang bermielin.


2.2.3 Perambatan Potensial Aksi

Potensial aksi bisa terjadi apabila suatu daerah membran saraf atau otot mendapat rangsangan mencapai nilai ambang. Potensial aksi itu sendiri mempunyai kemampuan untuk merangsang daerah sekitar sel membran untuk mencapai nilai ambang. Dengan demikian dapat terjadi perambatan potensial aksi ke segala jurusan sel membran keadaan ini disebut perambatan potensial aksi atau gelombang depolarisasi.
Setelah timbul potensial aksi, sel membran akan mengalami repolarisasi. Proses repolarisasi sel membran disebut suatu tingkat refrakter. Tingkat refrakter ada dua fase yaitu periode refrekter absolut dan peiode refrakter relatif.

·         Periode refrakter absolute

Selama periode ini tidak ada rangsangan, tidak ada unsur kekuatan untuk menghasilkan potensial aksi yang lain.

·         Periode refrakter relative

Setelah sel membran mendeteksi repolarisasi seluruhnya maka dari periode refrekter absolut akan menjadi periode refrekter relatif, dan apabila ada stimulasi/rangsangan yang kuat secara normal akan menghasilkan potensial aksi yang baru. 

2.2.4 Kelistrikan Pada Sinapsis dan Neuromyal Junction

Hubungan antara dua buah saraf disebut sinapsis; berakhirnya saraf pada sel otot/hubungan saraf otot disebut Neuromnyal junction.
Baik sinapsis maupun Neuromnyal junction mempunyai kemampuan meneruskan gelombang depolarisasi dengan cara lompat dari satu sel ke sel yang berikutnya. Gelombang depolarisasi ini penting pada sel membran sel otot, oleh karena pada waktu terjadi depolarisasi, zat kimia yang terdapat pada otot akan trigger/bergetar/berdenyut menyebabkan kontraksi otot dan setelah itu akan terjadi repolarisasi sel otot hal mana otot akan mengalami relaksasi.



2.2.5 listrik Otot Jantung

                   Sumber daya gerak jantung sangat bergantung pada kemampuan kerja dari kelompok sel yang mampu menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang cukup untuk membuatnya terus bergerak. Sel-sel menghasilkan impuls listrik yang kemudian oleh sel-sel penggerak yang tersebar di permukaan jantung dan hingga membuatnya berdenyut.






2.2.6 Elektrokardiografi dan elektrokardiogram

                         Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik jantung sedangkan elektrokardiogram adalah suatu grafik yang menggambarkan rekaman listrik jantung. Kegiatan listrik jantung dalam tubuh dapat dicatat dan direkam melalui elektroda-elektroda yang dipasang pada permukaan tubuh.

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan

      Ilmu yang mempelajari tentang potensial listrik pada organ tubuh disebut biolistrik.
      Kelistrikan dan kemagnetan dalam sistem tubuh meliputi sistem saraf, sinapsis dan jantung.
      Ilmu yang mempelajari aktivitas listrik jantung disebut elektrokardiografi dan alatnya dinamakan EKG.




























Makalah
“Listrik dalam sistem tubuh”
 








Disusun oleh :
Anis sriwati
Ratna kumala dewi
Dewi herlina susanti
Mellyana mega ayu .W
A khairil Fajri


UNIVERSITAS WIRARAJA SUMENEP
TAHUN 2014-2015


DAFTAR PUSTAKA























KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.

            Makalah ini memuat tentang “
Listrik dan magnet dalam system tubuh” yang sangat berbahaya bagi kesehatan seseorang, khususnya wanita. Karena salah satu penyakit yang cukup populer, yakni kanker payudara yang menyerang para wanita. Walaupun makalah ini kurang sempurna dan memerlukan perbaikan tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.

            Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun. Terima kasih.

SUMENEP, 17 September 2014

PROSES OKSIGENASI


Definisi Respirasi

Pengertian pernafasan atau respirasi adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen serta menghembuskan udara yang banyak mengandung karbondioksida sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh. Menusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan.

Mekanisme Pernafasan
Dibedakan menjadi 2, yaitu Pernafasan Dada dan Pernafasan Perut.
a. Pernafasan dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1.    Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2.    Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
b. Pernafasan perut
Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.





1.    Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2.    Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
         Organ Pernafasan
Alat-alat pernapasan pada manusia meliputi :
1. Hidung,
2.Saluran pernapasan (faring, laring, trakea, bronkhus, bronkeolus, alveolus)
     3.Paru-paru
gambar anatomi pernafasan





1. Hidung
Hidung merupakan organ pertama yang dilalui oleh udara. Di dalam rongga hidung terdapat rambut-rambut dan selaput lendir, yang berfungsi sebagai penyaring, penghangat, dan pengatur kelembaban udara yang akan masuk keparu-paru. Sebaiknya bernapas selalu melalui hidung.
2. Saluran Pernapasan :
·          Faring
Faring (tekak) merupakan persimpangan antara kerongkongan dan tenggorokan. Terdapat katup yang disebut epiglotis (anak tekak) berfungsi sebagai pengatur jalan masuk ke kerongkongan dan tenggorokan.
·         · Laring
Laring adalah pangkal tenggorokan, terdiri atas kepingan tulang rawan membentuk jakun dan terdapat celah menuju batang tenggorok (trakea) disebut glotis, di dalamnya terdapat pita suara dan beberapa otot yang mengatur ketegangan pita suara sehingga timbul bunyi.



·         · Trakea (Batang Tenggorok)
Berupa pipa yang dindingnya terdiri atas 3 lapisan, yaitu lapisan luar terdiri atas jaringan ikat, lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan, dan lapisan dalam terdiri atas jaringan epitelium besilia. Terletak di leher bagian depan kerongkongan
·         · Bronkhus
Merupakan percabangan trakea yang menuju paru-paru kanan dan kiri. Struktur bronkhus sama dengan trakea, hanya dindingnya lebih halus. Kedudukan bronkhus kiri lebih mendatar dibandingkan bronkhus kanan, sehingga bronkhus kanan lebih mudah terserang penyakit
·         · Bronkheolus
Bronkheolus adalah percabangan dari bronkhus, saluran ini lebih halus dan dindingnya lebih tipis. Bronkheolus kiri berjumlah 2, sedangkan kanan berjumlah 3, percabangan ini akan membentuk cabang yang lebih halus seperti pembuluh.
·         · Alveolus
Berupa saluran udara buntu membentuk gelembung-gelembung udara, dindingnya tipis setebal selapis sel, lembab dan berlekatan dengan kapiler darah.
Alveolus berfungsi sebagai permukaan respirasi, luas total mencapai 100 m2 (50 x luas permukaan tubuh) cukup untuk melakukan pertukaran gas ke seluruh tubuh.

3. Paru-paru
Berjumlah sepasang terletak di dalam rongga dada kiri dan kanan. Paru-paru kanan memiliki 3 lobus (gelambir), sedangkan paru-paru kiri memiliki 2 lobus (gelambir). Di dalam paru-paru ini terdapat alveolus yang berjumlah ± 300 juta buah. Bagian luar paru-paru dibungkus oleh selaput pleura untuk melindungi paru-paru dari gesekan ketika bernapas, berlapis 2 dan berisi cairan.
Besarnya daya muat udara dalam paru-paru adalah 4500 – 5000 ml (4,5 – 5 liter). Udara yang diproses dalam paru-paru (inspirsi dan ekspirasi) hanya 10%  


atau sekitar +- 500 ml yang disebut dengan udara pasang surut (tidal air) yaitu yang dihirup dan yang dihebuskan pada pernafasan biasa. Kecepatan pernafasan perempuan lebih tinggi daripada pria.






Otot dan Sistem Respirasi
 
Terdapat otot-otot yang menempel pada rangka dada yang berfungsi penting
sebagai otot pernafasan. Otot-otot yang berfungsi dalam bernafas adalah sebagai berikut :
1. Interkostalis eksterrnus (antar iga luar) yang mengangkat masing-masing iga.
2. Sternokleidomastoid yang mengangkat sternum (tulang dada).
3. Skalenus yang mengangkat 2 iga teratas.
4. Interkostalis internus (antar iga dalam) yang menurunkan iga-iga.
5. Otot perut yang menarik iga ke bawah sekaligus membuat isi perut mendorong diafragma ke atas.
6. Otot dalam diafragma yang dapat menurunkan diafragma.

Di dalam Alveolus, udara yang mengandung oksigen dipertukarkan ke dalam darah. Sedangkan karbondioksida di dalam darah dikeluarkan ke alveolus.
. Pengikatan O2

—  Alveolus memiliki O2 lebih tinggi dari pada O2 di dalam darah.   
—  O2 masuk ke dalam darah melalui difusi melewati membran alveolus
—  Di dalam darah, O2 sebagian besar (98%) diikat oleh Hb yang terdapat     pada Eritrosit menjadi Oksihemoglobin (HbO2).
—  Selain diikat oleh Hb, sebagian kecil O2 larut di dalam plasma darah (2%).
—  Setelah berada di dalam darah, O2 kemudian masuk ke jantung melalui vena pulmonalis untuk diedarkan ke seluruh tubuh yang membutuhkan.
 Pengeluaran CO2


—    Di jaringan, CO2 lebih tinggi dibandingkan yang ada di dalam darah.
—    Ketika O2 di dalam darah berdifusi ke jaringan, maka CO2 di jaringan akan segera masuk ke dalam darah.
—    Ketika CO2 berada di dalam darah sebagian besar (70%) CO2 akan diubah menjadi ion bikarbonat(HCO3–)
—    20% CO2 akan terikat oleh Hb pada Eritrosit.
—    Sedangkan 10% CO2 lainnya larut dalam plasma darah.
—    Di dalam darah, CO2 di bawa ke jantung, kemudian oleh jantung CO2 dalam darah dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.
—    Di paru-paru CO2 akan dikeluarkan dari tubuh melalui ekspirasi.

Proses Oksigenasi

Proses oksigenasi  terdiri dari 3 bagian, yaitu :

1. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya.
Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Pada inspirasi, dada ,mengembang, diafragma turun dan volume paru bertambah. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi :
a. Tekanan udara atmosfir
b. Jalan nafas yang bersih
c. Pengembangan paru yang adekuat

2. Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paru-paru.
Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah. Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat, membran ini kadang disebut membran respirasi.
Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi sangat mempengaruhi proses difusi. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg.
Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi :
a. Luas permukaan paru
b. Tebal membran respirasi
c. Jumlah darah
d. Keadaan/jumlah kapiler darah
e. Afinitas
f. Waktu adanya udara di alveoli

3. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler.
Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel.
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi :
a. Curah jantung (cardiac Output / CO)
b. Jumlah sel darah merah
c. Hematokrit darah
d. Latihan (exercise)

·  2. Listrik dan MagnetDalam Tubuh• Ilmu yang mempelajari tentang potensial listrik pada organ tubuh disebut Biolistrik.• Pada biolistrik ada dua aspek yang memegang peranan penting yaitu : Kelistrikan danv Kemagnetan yang timbul dalam tubuh manusia, serta Penggunaanv listrik dan magnet pada permukaan tubuh manusia.
·  3. Sejarah PerkembanganBiolistrik• Sejarah perkembangan biolistrik yaitu Luigi Galavani (1780) mulai mempelajari kelistrikan pada tubuh hewan kemudian pada tahun (1786) Luigi Galvani melaporkan hasil eksperimennya bahwa kedua kaki katak terangkat ketika diberi aliran listrik lewat suatu konduktor.• Pada tahun (1856)Caldani menunjukkan kelistrikan pada otot katak yang telah mati, dan pada tahun (1928) melaporkan tentang pengobatan penderita dengan menggunakan short wave.
·  4. Kelistrikan dan KemagnetanDalam Sistem Tubuh• Sistem Syaraf Dan Neuron  sumsum§ otak (ensefalon),§Saraf Pusat, Saraf pusat terdiri atas :  saraf tepi (perifer).§tulang belakang (medulla spinalis),
·  5. • Saraf perifer ini adalah saraf yang mengirim informasi sensorik ke otak atau medulla spinalis (afferen),• sedangkan serat saraf yang menghantarkan dari otak atau medula spinalis ke otot serta kelenjar (saraf efferen).
·  6. • Saraf perifer terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom)• Saraf Otonom, Sistem saraf ini mengatur organ dalam tubuh, misalnya : jantung, usus, dan kelenjar.
·  7. • Saraf yang berdiameter besar mempunyai kemampuan menghantar impuls lebih cepat daripada saraf berdiameter kecil.• Dengan mempergunakan mikroskop elektron, saraf dibagi dalam dua tipe yaitu, saraf bermyelin dan saraf tanpa myelin.
·  8. • Kecepatan aliran listrik pada saraf yang berdiameter yang sama dan panjang yang sama sangat tergantung kepada lapisan mielin ini.• Akson tanpa mielin (diameter 1 mm) mempunyai kecepatan 20-25 m/detik. Saraf bermielin pada diameter 10 µm mempunyai kecepatan100 m/detik.
·  9. Kelistrikan PadaSinapsis dan Neuron• Hubungan antara dua buah saraf disebut sinapsis, berakhirnya saraf pada sel otot/hubungan saraf otot disebut Neuromyal junction.• Baik sinapsis maupun neuromyal junction mempunyai kemampuan meneruskan gelombang depolarisasi dengan cara lompat dari satu sel ke sel yang berikutnya.
·  10. Listrik Jantung• Sumber daya gerak jantung sangat bergantung pada kemampuan kerja dari sekelompok sel yang mampu menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang cukup untuk membuatnya terus bergerak.• Sel-sel ini menghasilkan impuls listrik yang kemudian diteruskan oleh sel-sel penggerak yang tersebar dipermukaan jantung dan hingga membuatnya berdenyut.
·  11. • Sel-sel ini disebut Sinoatrial node (SA node) yang terdapat di Atrium sebelah kanan. Selain memiliki SA node, jantung juga memiliki serabut-serabut khusus yang mendistribusikan tenaga listrik pada jantung dilakukan.
·  12. • Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari aktifitas listrik jantung.• Sedangkan Elektrokardiogram (EKG) adalah suatu grafik yang menggambarkan rekaman listrik jantung. Kegiatan listrik jantung dalam tubuh dapat dicatat dan direkam melalui elektroda-elektroda yang dipasang pada permukaan tubuh.
·  13. ISYARAT MAGNET JANTUNG• Mengalirnya aliran listrik akan menimbulkan medan magnet. Medan magnet sekitar jantung disebabkan adanya arus listrik jantung yang mengalami depolarisasi dan repolarisasi. Pencatatan medan magnet jantung disebut magnetokardiogram.
·  14. KESIMPULAN Ilmu yang mempelajari tentang potensial listrik pada organ tubuh disebut Biolistrik. Kelistrikan dan kemagnetan dalam sistem tubuh meliputi sistem saraf, sinapsis dan jantung. Ilmu yang mempelajari aktifitas listrik jantung disebut Elektrokardiografi, dan alatnya dinamakan EKG. Sedangkan pencatatan medan magnet jantung disebut magnetokardiogram
·  15. TERIMA KASIH

BENDA CAIR,CAIRAN DAN GAS DALAM TUBUH ORANG

Benda Cair, Cairan dan Gas dalam Tubuh Manusia
Benda cair
Tubuh memiliki zat air yang menempati porsi terbesar diperkirakan sekitar 50-60 persen tubuh orang dewasa terdiri atas air. Maka tak heran jika hampir semua reaksi di dalam tubuh manusia memerlukan cairan. Adapun ciri2 benda cair:
    Molekul terikat secara longgar tapi berdekatan
    Tekanan yang terjadi karena gaya grafitasi
    Tekanan terjadi tegak lurus bidang
Benda cair dalam tubuh manusia
    Dalam pembuluh darah
    Dalam bola mata
    Pada ibu hamil: dalam uterus
    Cairan amnion
Alat ukur tekanan zat cair
    Tonometer
    Untuk mengukur tekanan intra okuler
penderita glaukoma
2.   Sistometer
        Untuk mengukur tekanan kandung kencing.
Cairan tubuh
    Seluruh sel-sel tubuh terendam dalam suatu cairan yang disebut cairan interstitiel yang bertindak sebagai lingkungan interna dari sel-sel.
    Volume dan komposisi cairan interstitiel harus tetap berada dalam suatu batas yang tertentu agar sel-sel dapat berfungsi dengan normal.
    Perubahan dari volume dan komposisi cairan interstitiel dapat menimbulkan kelainan fungsi tubuh (malfungsi).
    Kelainan volume cairan akan mengganggu fungsi kardiovaskuler sedangkan perubahan komposisi cairan interstitiel akan mengganggu fungsi sel.
    Jadi jelas bahwa harus terdapat suatu regulasi aktif  untuk mempertahankan lingkungan dalam agar tetap konstan.
    Cairan tubuh total  : 60% dari BB
    Cairan tubuh total : cairan intrasel 40% BB dan cairan ekstrasel 20% BB
    Cairan ekstrasel :
    -  plasma darah  5% BB
    -  cairan interstitiel 15% BB
    -  cairan transelluler 1,5% BB 
    Cairan tubuh total dipengaruhi oleh : umur, jenis kelamin, dan derajat obesitas
Fungsi cairan tubuh
    Pembentuk struktur tubuh
    Sarana transportasi (nutrisi, hormon, dan molekul2 kedlm sel)
    Membantu mengeluarkan sisa2 metabolisme
    Mengatur suhu
    Pelarut elektrolit dan non elektrolit
    Mengisi rongga2 tubuh (cairan pluera, spinal, perikardium, peritoneal)

Lanjutan………………………
    Hal ini menyebabkan kapiler cenderung mendorong cairan melalui porus yang terdapat pada dinding kapiler keruang interstitiel
    Sebaliknya, tekanan osmotik plasma yang disebabkan oleh protein plasma yang disebut tekanan koloid osmotik plasma yang disebut juga tekanan onkotik cenderung mendorong cairan bergerak secara osmosis dari ruang interstitiel ke plasma, sehingga mencegah hilangnya cairan dari plasma ke ruang interstitiel.
Transport Cairan
    Sistem cardiovaskuler berfungsi untuk mensuplai berbagai bahan yang penting melalui darah ke seluruh tubuh. Plasma merupakan bagian non seluler dari darah, plasma berhubungan dengan cairan interstitiel melalui lubang yang terdapat pada kapiler.
b .    Terdapat perbedaan tekanan sebesar 20Mmhg antara plasma dan cairan interstitiel yang menyebabkan tekanan hidrostatik kapiler lebih tinggi dibandingkan di dalam ruang interstitial
Cairan tubuh terdiri dari :
Cairan Ekstrasel : semua cairan yang terdapat diluar sel dan terdiri dari ion-ion dan berbagai bahan nutrisi yang dibutuhkan oleh sel untuk mempertahankan fungsi sel spt pertumbuhan, perkembangan dan fungsi khusus lainnya.
Cairan ekstrasel terdiri atas beberapa komponen : plasma, cairan interstitial dan cairan transeluler.
    Plasma : merupakan bagian non seluler dari darah dan menyusun 24% dari seluruh cairan ekstrasel. Plasma berhubungan dengan cairan intrasel melalui lubang yang terdapat pada kapiler.
    Cairan interstitial : merupakan cairan yang terdapat diantara sel, termasuk didalamnya adalah cairan limpa. Cairan interstitial merupakan 75% dari cairan ekstrasel
    Cairan transeluler : merupakan cairan yang terdapat pada lumen saluran cerna, keringat, cairan cerebrospinal, cairan pleura, cairan pericardial, cairan intraokuler, sinovial, empedu, peritonium dan cairan kokhlea. Berjumlah 1 % dari cairan ekstrasel
    Cairan intrasel : sekitar 25 liter dari 40 liter cairan dalam tubuh kita terdapat dalam 100 triliun sel, disebut cairan intrasel yang meliputi 2/3 dari seluruh cairan tubuh. Cairan intrasel yang terdapat pada tiap sel mempunyai komposisi yang berbeda tetapi konsentrasi dari tiap komposisi dapat dikatakan sama dari sel ke sel lainnya.
Pengaturan normal keseimbangan Cairan dlm tubuh
    Ketentuan volume cairan
    Intake=Output
    Intake cairan normal
    orang dewasa sehat memasukkan cairan normal 90% dr intake/hr (±2500 cc).
    Output cairan normal
    Balance cairan dipertahankan krn : paru2, saluran cerna, ginjal.
Lanjutan……………………….
    IWL (insessible Water Loss) ad/ hilangnya cairan yg tdk dapat dilihat (evaporasi n respirasi).
    Dewasa    : 8-10 cc/kgBB/24 jam
    Anak        : 30 cc/kgBB/24 jam
    Dengan  suhu : 10 cc/kgBB ⁺ 200 cc (st-36,8° C)
    Sensibel water loss ad/ hilangnya cairan yang dapat diamati
    Urine    : 1-2 cc/kg BB/jam
    Faeces    : 100-200 cc/24 jam
    Output urine setiap hr hampir sama dgn intake balance cairan individu dpt diperkirakan dgn membandingkan intake cairan oral dan output urine.

SUHU  SUHU  LATIHAN  BERAT NORMAL   PANAS  DAN LAMA
        (ml/hari)                                           (ml/hari)                                                         (ml/hari)
Insensible Water Loss :
-kulit                             350                     350                 350                         
-Pernapasan                350                     250                 650
Non Insensible Water Loss :
-urine                         1400                   1200                 500
-keringat                      100                   1400               5000
-tinja                             100                     100                 100
 
   total                         2300                  3300               6600
Pertukaran cairan tubuh
    Difusi : proses pertukaran cairan dari cairan berkonsentrasi tinggi ke   cairan berkonsentrasi rendah
    Osmosis : proses pertukaran cairan dari cairan berkonsentrasi rendah ke cairan berkonsentrasi tinggi melalui membran semipermiabel
    Transpor Aktif : Proses perpindahan cairan tubuh dapat menggunakan mekanisme transpor aktif. Transpor aktif merupakan gerak zat yang akan berdifusi dan berosmosis. Proses penting untuk mempertahankan natrium dalam cairan intra dan ekstrasel
Penyebab Dehidrasi
A. Hilangnya cairan melalui sal. cerna 
      - muntah             - Peritonitis
      - diare                
      - obstruksi usus
B. Hilangnya cairan melalui ginjal
      - Insufisiensi adrenal   - Diabetes insipidus
      - Diuresis osmotik       - Diuresis berlebihan
C. Hilangnya cairan melalui kulit dan sal. Napas
      - Keringat berlebihan   - Keganasan paru
      - Luka bakar
Jenis Dehidrasi
    Dehidrasi isoosmotik (Dehidrasi Isotonik C=E) : diare, muntah, eksudasi plasma pada luka  bakar
    Dehidrasi hiperosmotik (Dehidrasi hipertonik C>E) : intake air kurang, diabetes insipidus, demam, evaporasi kulit berlebihan
    Dehidrasi hipoosmotik (Dehidrasi hipovolemik E>C) : hilangnya Nacl pada insupisiensi adrenal
Penyebab Udema
Meningkatnya tekanan kapiler
    A. Meningkatnya tekanan vena : gagal 
         jantung, obstruksi vena lokal, gagalnya  
         pompa vena.
    B. Retensi Na dan air   : gagal ginjal
    C. Menurunnya resistensi arteriole : demam,  paralisis saraf 
         simpatis, efek obat vasodilator
Menurunnya tekanan koloid plasma
     A. Kehilangan protein lewat urine : Sindroma Nefrotik
     B. Kehilangan protein lewat kulit : Luka, luka bakar
     C. Kegagalan produksi protein : peny. hati, KKP
Lanjutan……………….
Meningkatnya permeabilitas kapiler
      A. Reaksi imun yang menyebabkan pelepasan  
           histamin
      B. Toksin
      C. Infeksi bakteri
      D. Defisiensi vitamin, utamanya vit.C
      E. Iskemia
      F. Luka bakar
Obstruksi saluran limfe
      A. Kanker yang menyumbat sal. Limfe
      B. Sumbatan kelenjar limfe oleh infeksi; filariasis
      C. Kelainan kongenital dari pembuluh limfe

Gas dalam tubuh
    Gas tidak memiliki bentuk/volume yang tetap dan mengisi semua ruang yang ada.
    Partikel-partikel  dalam gas bebas bergerak dalam ruang dan saling bertumpukan satu sama lain.
    Tumpukan antara partikel2 gas dgn dinding wabah akan menyebabkan tekanan
           Semakin banyak jumlah tumbukan maka semakin banyak tekanan yg terjadi
Kapasitas paru
Kapasitas paru diukur dengan spirometer
Kapasitas paru laki 5 liter dan wanita 4 liter
    Volume tidal sekitar 450 ml udara yang keluar masuk paru slm pernapasan
    Volume cadangan inspirasi, jumlah udara ekstra yag dapat dihirup di atas volume tidal saat menarik napas dalam2.
    Volume cadangan ekspirasi, jumlah udara ekstra  yg dapat dikeluarkan selain volume tidal saat menghembuskan napas
    Volume residu, udara yang tersisa dlm paru setelah ekspirasi yg paling kuat. Meningkat pada penyakit saluran napas obstruktif
    Kapasitas total paru, jumlah kapasitas vital dan volume residu.
Transportasi gas (perfusi
Ad / proses perpindahan gas dr paru ke jaringan dan dr jaringan ke peru dgn bantuan aliran darah.
    oksigen kapiler         jaringan tubuh
    karbondioksida jar. Tbh          kapiler
Trasportasi gas oksigen
     Berikatan dgn Hb (Oxyhemoglobin 97%)
     Larut dlm plasma (3%)
 Transport karbondioksida
      Larut dlm plasma
      Berikatan Hb (Carbaminohemoglobine 30%
      Sebagai HCO3
Faktor2 yg mempengaruhi Oksigenasi
    Kondisi kesehatan (Ggn organ vital n penykt kronis)
    Perkembangan (Perubhn fisik slm tmbuh kembang)
    Narkotik  n Analgesik (mengakibtkan Depresi pusat napas trtma Morphin n mereridin)
    Pola / gaya hidup (pola aktivitas yg tdk mendukung perkembangan alveoli. Misal merokok, krg olaraga
    Environment (panas, dingin, altitute n polusi udara)
    Latihan
    Kondisi psikologi (emosi, cemas, marah)

Tujuan Terapi oksigen
Meningkatkan kadar oksigen udara napas  kadar oksigen yang ada di paru-paru menjadi tinggi  tekanan pastial oksigen dialveolus meningkat  oksigen yang  berdifusi melalui dinding alveolus lebih banyak  kadar oksigen yang terangkut melalui peredaran darah cukup dan persediaan oksigen di jaringan sel dapat terpenuhi  mencegah terjadinya hipoksia.
Efek langsung dari pemberian fraksi oksigen inspirasi ( FIO2 )
    Mengatasi hipoksemia dengan peningkatan tekanan oksigen alveoli
    Menurunkan usaha pernafasan untuk mempertahankan tekanan oksigen alveoli
    Menurunkan kerja jantung untuk mempertahankan tekanan oksigen arteri
Sumber oksigen
    Oksigen tangki adalah gas kering yang harus bebas debu dan partikel minyak agar dapat digunakan dalam terapi medik.
    Dari regulator oksigen dapat digunakan untuk menjalankan ventilator, nebulizer, humidifer dan flowmeter.
    Dari flowmeter baru boleh diberikan ke alat terapi oksigen (kanula, masker, bag).

Cara pemberian Oksigen
    Kanula hidung
    Sungkup sederhana
    Sungkup dengan reservoir rebreathing
    Sungkup dengan reservoir non rebreathing
    Sungkup venturi
Bahaya-bahaya pemberian O2

a. Kebakaran
      Oksigen bukan zat pembakar tetapi oksigen dapat memudahkan terjadinya kebakaran
b. Depresi ventilasi
 Pemberian O2 yang tidak dimonitor baik konsentrasi maupun aliran pada pasien dgn retensi CO2 dapat menekan ventilasi
c. Keracunan Oksigen
     Dapat terjadi bila terapi oksigen yg diberikan dgn konsentrasi tinggi dalam waktu relatif lama
     Keadaan ini dpt merusak jaringan paru dan kerusakan surfaktan

 
Islam Mosque