Sabtu, 25 Oktober 2014

Listrik Dalam Tubuh



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
            Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Tetapi dalam tubuh manusia juga terdapat gelombang arus listrik yang disebut Biolistrik. Tegangan listrik pada tubuh kita berbeda dengan apa yang kita bayangkan. Seperti listrik dirumah tangga. Kelistrikan pada tubuh berkaitan dengan komposisi ion yang terdapat dalam tubuh. Komposisi ion ekstra sel berbeda dengan komposisi ion intra sel. Pada ekstra sel lebih banyak ion Na dan Cl2, sedangkan intra sel terdapat ion H dan anion protein. Tubuh kita boleh disebut sebagai sistem elektromagnetik. Sebab, kelistrikan sangat erat kaitannya dengan kemagnetan. Otak kita memiliki medan kemagnetan. Sebagaimana jantung ataupun bagian-bagian lain di tubuh kita.


1.2  Rumusan  Masalah

1.      Apa pengertian biolistrik ? 
2.      Apa saja macam-macam gelombang arus listrik ?
3. Bagaimana kelistrikan dalam sistem tubuh ?

1.3  Tujuan

Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang :
1.      Pengertian Biolistrik
2.      Macam-macam gelombang arus listrik
3.      Pengertian  listrik dalam tubuh


1.4  Manfaat

Diharapkan dari pembuatan makalah ini dapat dijadikan sebagai sumber bacaan dan literatur bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
















BAB II
PEMBAHASAN


      2.1 Pengertian Biolistrik

Biolistrik adalah energi yang dimiliki setiap manusia yang bersumber dari ATP (Adenosine Tri Posphate) dimana ATP ini di hasilkan oleh salah satu energi yang bernama mitchondria melalui proses respirasi sel. Biolistrik juga merupakan fenomena sel. Sel-sel mampu menghasilkan potensial listrik yang merupakan lapisan tipis muatan positif pada permukaan luar dan lapisan tipis muatan negatif pada permukaan dalam bidang batas/membran. Kemampuan sel syaraf (neurons) menghantarkan isyarat biolistrik sangat penting. Pada biolistrik ada dua aspek yang memegang peranan penting yaitu kelistrikan dan kemagnetan yang timbul dalam tubuh manusia serta penggunaan listrik dan magnet pada permukaan tubuh manusia.

     
      2.2 Listrik Dalam Tubuh

2.2.1 Sistem Syaraf dan Neuron

Sistem saraf dibagi dalam dua bagian yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf otonom :

a.       Sistem saraf pusat
Terdiri dari otak, medulla spinalis dan saraf perifer. Saraf perifer ini adalah serat-serat yang mengirim informasi sensoris ke otak atau ke medulla spinalis disebut saraf afferent sedangkan serat saraf yang menghantarkan informasi dari otak dan medulla spinalis ke otot serta kelenjar disebut serat efferen.
b.      Sistem saraf otonom
Serat saraf ini mengatur organ dalam tubuh. Misalnya jantung, usus dan kelenjar-kelenjar. Pengontrolan ini dilakukan secara tidak sadar. Otak berhubungan langsung dengan medulla spinalis; keduanya diliputi cairan serebro spinalis dan dilindungi tulang tengkorak serta tulang vertebralis (columna vertebralis). Berfat otak 1500 gram dan hanya 50 gram yang efektif.
Struktur dasar dari sistem saraf  di sebut neuron/sel saraf. Suatu sel saraf mempunyai fungsi menerima, interpretasi dan menghantarkan aliran listrik.

2.2.2 Kelistrikan Saraf

                  Serat saraf yang berdiameter besar mempunyai kemampuan menghantar impuls lebih cepat dari pada serat saraf yang berdiameter kecil. Dengan mempergunakan mikroskop elektron, serat saraf dibagi dalam dua tipe : serat saraf bermielin dan serat saraf tanpa mielin.
Serfat saraf bermielin : banyak terdapat pada manusia. Mielin merupakan suatu insulator ( isolasi) yang baik dan kemampuan mengalir listrik sangat rendah. Potensial aksi makin menurun apabila melewati serat saraf yang bermielin.


2.2.3 Perambatan Potensial Aksi

Potensial aksi bisa terjadi apabila suatu daerah membran saraf atau otot mendapat rangsangan mencapai nilai ambang. Potensial aksi itu sendiri mempunyai kemampuan untuk merangsang daerah sekitar sel membran untuk mencapai nilai ambang. Dengan demikian dapat terjadi perambatan potensial aksi ke segala jurusan sel membran keadaan ini disebut perambatan potensial aksi atau gelombang depolarisasi.
Setelah timbul potensial aksi, sel membran akan mengalami repolarisasi. Proses repolarisasi sel membran disebut suatu tingkat refrakter. Tingkat refrakter ada dua fase yaitu periode refrekter absolut dan peiode refrakter relatif.

·         Periode refrakter absolute

Selama periode ini tidak ada rangsangan, tidak ada unsur kekuatan untuk menghasilkan potensial aksi yang lain.

·         Periode refrakter relative

Setelah sel membran mendeteksi repolarisasi seluruhnya maka dari periode refrekter absolut akan menjadi periode refrekter relatif, dan apabila ada stimulasi/rangsangan yang kuat secara normal akan menghasilkan potensial aksi yang baru. 

2.2.4 Kelistrikan Pada Sinapsis dan Neuromyal Junction

Hubungan antara dua buah saraf disebut sinapsis; berakhirnya saraf pada sel otot/hubungan saraf otot disebut Neuromnyal junction.
Baik sinapsis maupun Neuromnyal junction mempunyai kemampuan meneruskan gelombang depolarisasi dengan cara lompat dari satu sel ke sel yang berikutnya. Gelombang depolarisasi ini penting pada sel membran sel otot, oleh karena pada waktu terjadi depolarisasi, zat kimia yang terdapat pada otot akan trigger/bergetar/berdenyut menyebabkan kontraksi otot dan setelah itu akan terjadi repolarisasi sel otot hal mana otot akan mengalami relaksasi.



2.2.5 listrik Otot Jantung

                   Sumber daya gerak jantung sangat bergantung pada kemampuan kerja dari kelompok sel yang mampu menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang cukup untuk membuatnya terus bergerak. Sel-sel menghasilkan impuls listrik yang kemudian oleh sel-sel penggerak yang tersebar di permukaan jantung dan hingga membuatnya berdenyut.






2.2.6 Elektrokardiografi dan elektrokardiogram

                         Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik jantung sedangkan elektrokardiogram adalah suatu grafik yang menggambarkan rekaman listrik jantung. Kegiatan listrik jantung dalam tubuh dapat dicatat dan direkam melalui elektroda-elektroda yang dipasang pada permukaan tubuh.

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan

      Ilmu yang mempelajari tentang potensial listrik pada organ tubuh disebut biolistrik.
      Kelistrikan dan kemagnetan dalam sistem tubuh meliputi sistem saraf, sinapsis dan jantung.
      Ilmu yang mempelajari aktivitas listrik jantung disebut elektrokardiografi dan alatnya dinamakan EKG.




























Makalah
“Listrik dalam sistem tubuh”
 








Disusun oleh :
Anis sriwati
Ratna kumala dewi
Dewi herlina susanti
Mellyana mega ayu .W
A khairil Fajri


UNIVERSITAS WIRARAJA SUMENEP
TAHUN 2014-2015


DAFTAR PUSTAKA























KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.

            Makalah ini memuat tentang “
Listrik dan magnet dalam system tubuh” yang sangat berbahaya bagi kesehatan seseorang, khususnya wanita. Karena salah satu penyakit yang cukup populer, yakni kanker payudara yang menyerang para wanita. Walaupun makalah ini kurang sempurna dan memerlukan perbaikan tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.

            Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun. Terima kasih.

SUMENEP, 17 September 2014

0 komentar:

Posting Komentar

 
Islam Mosque